Kamis, 07 April 2016

Pidato dalam rangka Memperingati Isro Miraj Nabi Muhammad saw (27 Rajab)

Assalamualaikum Wr. Wb.
Bapak-bapak, ibu-ibu dan kaum muslimat yang dimuliakan oleh Allah.
Pertama-tama marilah kita semua mengucapkan tahmid dan tasyakur kehadirat Allah SWT karena kita semua pada saat ini masih diperkenankan oleh Allah untuk hidup di muka bumi ini, sehingga pada saat ini kita dapat berkumpul di tempat di sini, dalam rangkamemperingati hari besar Islam, Isro Miraj Nabi Muhammad saw.
Selanjutnya sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw karena dari beliaulah kita semua dapat mengetahui ajaran-ajaran Islam , sehingga kita dapat membedakan mana sesuatu yang haq dan mana sesuatu yang bathil.
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Kita semua pada saat ini telah berada di bulan Rajab, dimana pada bulan Rojab ini ada satu peristiwa yang tidak boleh dilupakan oleh setiap umat manusia, utamanya adalah umat Islam itu sendiri, karena pada bulan Rajab itu terjadilah peristiwa besar yang pernah dijalankan oleh Rasulullah pada abad-abad yang silam yairu Isro Miraj, atas kehendak Allah SWT.
Menurut arti bahasa Isro itu berarti perjalanan di malam hari. Akan tetapi secara syariiyah isro adalah perjalanan malam hari yang dilakukan oleh Rasulullah saw dari Masjidil Haram (di Mekkah) menuju ke Baitul Maqdis (di palestina) yang penuh mengandung rahasia dan keajaiban. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an Al-Isro ayat 1 :
Artinya : Maha suci Tuhan yang telah memperjalankan hamba-Nya (yakni Nabi Muhammad) pada malam hari, dari masjidil Haram sampai masjidil Aqso, yang kami berkati di sekitarnya, supaya Kami perlihatkan tanda-tanda kebesaran Kami kepadanya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.
Sedangkan Miraj menurut arti bahasa yaitu jenjang naik. Akan tetapi yang dimaksud ialah naiknya Rasulullah saw dari Masjidil Aqso di Baitul Maqdis, dengan menempuh angkasa luar, sehingga akhirnya sampai ke suatu tempat yang paling tinggi bernama Sidratul Muntaha, suatu tempat yang tidak mungkin di capai oleh manusia dengan kemajuan teknologi yang bagaimana pun canggihnya kecuali oleh Nabi Muhammad saw. Disitulah Rasulullah saw menerima langsung dari Allah SWT tentang solah lima waktu, yang harus dikerjakan olehnya dan seluruh umatnya.
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Tujuan pokok dari di Isro Miraj kan Nabi Muhammad saw ini adalah dalam rangka member kekuatan batin bagi Nabi Muhammad saw terhadap musibah atau cobaan serta siksaan yang datangnya dari para musuh-musuh Islam sejak sepeninggal Abu Thalib, Abdul Muthalib dan istri tersayangnya Siti Khodijah, dalam memperjuangkan cita-cita luhur, mengajak seluruh umat manusia untuk beriman kepada Allah SWT di dalam naungan Islam.
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Dengan memperhatikan peristiwa-peristiwa di atas maka di dalam kita memperingati Isra Miraj ini, maka yang terpenting bagi kita untuk mengambil hikmahnya yaitu, kita mempertebal dan memperkuat keimanan serta ketaqwaan kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad saw. Disamping itu kita harus menjalankan perintah Allah yaitu solat lima waktu. HAdirin sekalian yang berbahagia.
Demikian pidato dari saya dalam rangka memperingati hari besar Islam Isra Miraj yang terjadi pada tanggal 27 Rajab ini.
Terimakasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekuarangan dan kekhilafannya.
Akhirul kalam wabillahit taufiq walhidayat wassalamu alaikum warohmatullohi wabarokaatuhu.

Pidato pada Hari Raya Haji

Assalamualaikum Wr. Wb.
Bapak-bapak, ibu-ibu dan kaum muslimat yang dimuliakan oleh Allah.
Patutlah kita bersama pada detik ini mengucapkan tahmid dan tasyakur kehadirat Allah SWT, dimana Dia senantiasa mencurahkan kasih sayangnya, nikmat serta hidayat-Nya kepada kita semua, sehingga kita menjadi orang yang memeluk agama Islam, sekaligus pada hari ini kita semua bisa melaksanakan perintah-perintah Allah, termasuk saudara-saudara kita ini bisa melaksanakan rukun Islam yang kelima yaitu ibadah haji.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad sawkarena dari beliaulah kita semua dapat mengetahui ajaran ajaran Islam dengan sebaik-baijnya sehingga kita bisa membedakan mana sesuatu yang haq dan mana sesuatu yang bathil.
Kaum muslimin muslimat yang dimuliakan oleh Allah.
Kita sekarang berada di bulan Djulhijjah, pada bulan ini saudara-saudara kita yang mampu ekonominya, mampu fisiknya telah berada di kota suci Mekkah guna menunaikan panggilan Illahi rukun Islam yang ke lima yaitu Ibadah haji, semoga ibadah haji yang sedang di kerjakan oleh saudara-saudara kita seiman dan seagama itu menjadi haji yang mabrur, suatu yang membuahkan manfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungannya, dan masyarakat luas.
Mereka saudara-saudara kita berada di Mekkah sama seperti kita menggungkan kalimat Allah, membaca talbiyah, memahasucikan Allah, memahabesarkan Allah, sekalipun keberadaan mereka bertingkat-tingkat. Disana tidak ada perbedaan antara yang miskin dengan yang kaya, yang pangkat maupun bawahan, tidak ada raja dan hamba, semuanya adalah hamba Allah ya dloif, yang sama-sama memohon petunjuk, mohon ampunan dan menunjukkan kecintaan serta ketundukan sang Maha Perkasa.
Dan bagi kita semua kaum muslimin dan muslimat yang tidak dan belum memunaikan ibadah haji adalah wajib berniat untuk menunaikan rukun Islam yang kelima ini.
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelimay itu adalah kewajiban atassetiap orang Islam. Kemampuan disini meliputi tiga aspek, yaitu :
Mampu atau cukup ongkosnya (ONH) nya, baik bagi yang berangkat maupun keluarga yang ditinggalkan
Kuat fisiknya (sehat jasmaninya)
Aman dalam perjalanan
Dan juga ibadah haji itu hanyalah diwajibkan sekali dalam seumur hidup, selebihnya sunnat. Hal ini dapat difahamkan dari stau hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas oleh Ahmad dan NasaI sebegai berikut, yang artinya :
Rasulullah saw berkata : wahai sekalian manusia ! Diwajibkan kepada kamu melaksanakan ibadah haji. Seorang sahabat yang bernama Aqra bin Habis bertanya : apakah setiap tahun yang rosulullah ? Nabi menjawab : kalau saya katakana ya, maka hukumnya mnjadi wajib. Dan kalau diwajibkan (tiap-tiap tahun), kamu tidak mampu mengerjakannya. Wajib haji itu satu kali saja. Barang siapa yang mengerjakannya lebih dar satu kali, maka yang selebihnya (keduanya) itu menjadi amalan sunat.
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Sekali lagi marilah kita berdoa kepada Allah, semoga saudara-saudara kita yang saat ini menjalankan ibadah haji di tanah suci Mekkah, memperoleh haji yang mabrur, dan sepulangnya dari tanah suci mekkah menung ke kampong halamannya masing-masing dapat memberikan dampak yang positif di tengah-tengah keluarganya, lingkungannya dan masyarakat umum. Dan juga tidak lupa oleh Allah marilah kita berdoa agar kita saat ini yang belum ditakdirkan oleh Allah pergi ke kota suci mekkah untuk dapat segera menunaikan ibadah haji tahun depan. Amin ya robbal alamin.
Demikin pidato/sambutan sdari saya, mudah mudahan apa yang saya sampaikan berkenan di hati para hadirin sekalian, khususnya bagi para pribadi sendiri.
Terimakasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf apabila ada kekhilafannya. Akhirul kalam, uushikum wanafsii wa-iyyaaya bitaqwallohi, wassalamu alaikum warohmatullohi wabarokaatuhu

Pidato dalam rangka Memperingati Maulid Nabi (12 Rabiul Awal)

Assalamualaikum Wr. Wb.
Bapak-bapak, ibu-ibu serta saudara-saudara sekalian yang saya hormati.
Tiada sepatah kata pun yang patut kita ucapkan pada kesempatan ini kecuali ucapan tahmid dan tasyakur kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat serta hidayat-Nya kita semua masih ditakdirkan oleh Allah berjumpa dengan bulan Rabiul awal ini, dimana di dalam bulan Rabiul awal itu lahir lah Nabi besar Muhammad saw, yang mana pada saat ini kita semua orang Islam tengah memperingati hari lahirnya atau yang lazim biasa disebut dengan mauled Nabi (muludan).
Selanjutnya semoga kesejahteraan dan keselamatan tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, karena dari ahlak beliau kita semua dapat menjadi orang muslim yang sejati, karena ahlak yang di pancarkan dari beliau adalah merupakan kandungan atau cerminan dari Al-Quranul Karim. Begitu juga kesejahteraan dan keselamatan dilimpahkan kepada para keluarganya, para sahabatnya, dan semua orang yang mengikuti petunjuknya.
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Kita semua sekarang berada di bulan Rabiul awal. Dengan memasuki bulan Rabiul awal ini kita semua umat Islam diingatkan oleh suatu peristiwa yang besar nilainya, yakni lahirnya Nabi kita Muhammad saw di muka bumi ini dengan membawa seperangkat ajaran-ajaran Islam, sehingga yang asalnya kita hidup di alam kegelapan atau kekufuran menuju hidup yang terang benderang yakni agama Islam. Sebelum Nabi Muhammad lahir di muka bumi, tatanan kehidupan masyarakat Arab semerawut, banyak yang menyembah berhala patung, kaum wanita telah di perbudak oleh laki-laki, yang lemah ditindas oleh yang kuat, dan begitulah seterusnya. Akan tetapi, setelah Islam datang yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, maka berubahlah sedikit demi sedikit tatanan adat kehidupan jahiliyah, dari tindas menindas menjadi saling asuh mengasuh, dan saling bantu-membantu, dan juga kaum wanitanya dipersamakan kedudukannya kaum laki-laki, tidak ada antara satu sama lain, semuanya sama, baik yang kaya, miskin. Akan tetapi yang menjadi tolak ukur atau standar kebaikan seseorang di hadapan Tuhannya adalah kadar taqwanya kepada Allah SWT.
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Di dalam kita memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad saw atau Maulid Nabi yang terpenting ialah kita harus memetik hikmah dari peristiwa-peristiwa yang pernah dialami oleh Nabi, termasuk di dalamnya mencontoh atau meneladani akhlak-akhlak beliau yang suci atau akhlakul karimah. Janganlah kita di dalam memperingati Maulid Nabi kita berfoya-foya, berpesta pora tapi kita melupakan tujuan utama peringatan itu sendiri.
Allah SWT telah menyatakan bahwa pada diri Rasulullah saw terdapat akhlak yang mulia, sekaligus menjadi panutan bagi orang-orang yang menginginkan bertemu Allah.
Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab : 21)
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Sebenarnya akhlak-akhlak Rasulullah saw yang menjadi sumber panutan dalam meniti hidup di dunia ini untuk menuju hidup di akhirat banyak sekali. Dan mengenai ceramah dalam acara memperingati Maulid Nabi ini akan disampaikan oleh Ustad. Rahman selengkapnya.
Demikian sambutan dari saya, apabilaada kurang lebihnya mohon maaf yang sebenarnya. Akhirul kalam, wassalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuhu.

Pidato dalam rangka Memperingati 1 Muharom (Tahun Baru Islam)

Assalamualaikum Wr. Wb.
Bapak-bapak, ibu-ibu serta saudara-saudara sekalian yang saya hormati.
Patutlah pasa hari ini kita mengucapkan tahmid dan tasyakur kehadirat Allah SWT karena hanya dengan rahmat, hidayat, serta inayat-Nya, kita semua dapat berkumpul di majlis ini guna untuk mendengar ceramah dalam rangka memperingati 1 Muharom, yang lazimnya disebut dengan tahun baru Islam.
Selnajutnya sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw karena dari beliaulah kita semua dapat mengetahui akan ajaran-ajaran Islam, sehingga kita dapat membedakan mana jalan yang lurus dan mana jalan yang salah.
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Pada saat ini kita semua tengah memperingati hari besar Islam 1 Muharom, oleh karena itu patutlah kita bersyukur kepada Allah SWT karena kitamasih diperkenankan oleh Allah untuk dapat menikmati apa yang telah diberikan oleh-Nya di muka bumi ini. Dengan memasuki tahun baru ini membuat kita sadar bahwa umur kita telah bertambah dari satu tahun menjadi dua tahun, yang sebelumnya 17 tahun menjadi 18 tahun dan begitulah seterusnya. Akan tetapi, haruslah kita sadari pula bahwa dengan bertambahnya tahun, maka akan semakin satu tahun kesempatan kita dalam mencari atau berbuat amal soleh. Dan dengan memasuki tahun baru ini hendaknya kita mengoreksi akan hasil-hasil perbuatan kita di masa yang sudah lalu atau pada tahun yang telah kita tinggalkan. Koleksilah diri kita masing-masing dengan kaca mata agama. Kita buat neraca atau perbandingan selama satu tahun yang telah kita tinggalkan itu banyak perbuatan yang melanggar sayriat Islam atau kah banyak perbuatan yang diridloi oleh Allah. Kalau seandainya selama satu tahun kita tinggalkan itu banyak amalan-amalan baik, hal itu menunjukan bahwa tingkat keimanan kita semakin bertambah. Begitu pula sebaliknya, bila selama satu tahun yang itu banyak amalan jeleknya, maka tentunya kita harus lebih memperbaiki keimanan kita.
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Dengan bergantinya tahun baru ini yang membuat umur kita menjadi bertambah, maka gunakanlah sisa dari umur yang ada itu dengan amalan-amalan atau aktifitas yang sesuai dengan norma-norma agama, dan itulah sebaik-baiknya tindakan manusia yang cerdik. Sesuai dengan hadits Rasulullah saw :
Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang panjang umurnya dan bagus amalannya dan sejelek-jeleknya manusia adalah yang diberi umur panjang dan jelek amalannya(perbuatannya). (HR.Ahmad)
Berangkat dari hadits tersebut, marilah kita dalam memperingati hari besar Islam, utamanya tahun baru hijriah yang tepatnya pada tanggal 1 Muharom kita koreksi diri, kita perbanyak mengumpulkan amalan-amalan yang bagus. Itulah makna sebenarnya dalam acara memperingati 1 Muharom ini.
Demikian sambutan dari saya. Mudah mudahan apa yang saya sampaikan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin ya robbal alamin.
Terimakasih atas perhatiannya, mohon maaf bila ada salah-salah kata dan kekhilafannya. Akhirul kalam, uushikum wanafsii wa-iyyaaya bitaqwallohi, wassalamu alaikum warohmatullohi wabarokaatuhu.

Keutamaan Dakwah Dalam Islam

Kelompok-kelompok aliran sesat menjamur dengan begitu pesat. Ada yang mengaku sebagai Nabi perempuan dan anaknya adalah “titisan” Jibril  , atau Nabi Isa  , ada pula yang membatalkan kewajiban sholat atau membolehkan sholat dengan bahasa Indonesia dan lain-lainnya.
Pergaulan bebas muda-mudi yang semakin kini kian melewati batas, banyak direstui oleh orang tua mereka sendiri. Korupsi, narkoba dan miras pun seolah menjadi budaya bangsa. Semua itu merupakan pembangkangan terhadap perintah-perintah dan larangan-larangan Alloh  , dan semua itu berpotensi mengundang kemurkaan serta azab dari-Nya.. dan azab-azab itu pun memang sudah berdatangan..!!
Di rentang waktu antara proklamasi kemerdekaan sampai saat ini, banyak sekali musibah-musibah berupa pemberontakan-pemberontakan yang menelan harta dan jiwa yang tak terhitung banyaknya, bencana-bencana alam terjadi saling susul-menyusul, kian tragis dan membuat tangisan rakyat semakin menjerit ketika terjadi krisis moneter di penghujung abad ke-20 yang telah lalu.
Bencana-bencana yang bertambah cepat jarak waktu dari satu bencana ke bencana lainnya terus berdesakan sejak kita memasuki abad ke-21 ini. Di antaranya ‘Tsunami’ yang menelan lebih dari dua ratus ribu jiwa serta memporak-porandakan habis-habisan dari hitungan detik waktu ke waktu.
Goyangan-goyangan ‘gempa’ yang mematikan dan ‘Banjir’ yang tidak hanya menghancurkan banyak dari infrastruktur negeri ini, akan tetapi juga menjadikan para korban yang masih tersisa hidup terpaksa menyandang profesi baru sebagai pengemis karena kehilangan harta milik mereka, itu semua terjadi di setiap waktu dan kota.
‘Rawa Lapindo’ yang sangat aneh..! Tidak bisa dicerna oleh akal manusia secara jelas..! Menelan korban harta yang tak terhitung banyaknya, terus merayap dan terus.. entah bagaimana jadinya.
Lalu.. ‘Merapi..’ ya letusan gunung-gunung merapi yang sungguh sangat menyayat hati..!! Saat merapi memuntahkan lahar panasnya mengakibatkan banyak generasi anak bangsa pun terbakar hidup-hidup serta melenyapkan harta benda mereka yang masih tersisa hidup.
Semua ini adalah akibat perbuatan kita sendiri..!!
Alloh  berfirman :
“Telah muncul kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah menimpakan mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS. Ar-Rum [30] : 41)
        
“Seluruh musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian)”. (QS. As-Syura [42] : 30)
Semua bencana-bencana itu akan terus-terusan berlangsung sampai kita semua tebinasakan, kecuali bila kita mau bangkit..!!!
Kita semua harus bangkit bersama-sama..! Kita harus mewujudkan kebangkitan total..! Bukan kebangkitan yang hanya berorientasi pada fatamorgana keduniaan semata.
“Kebangkitan sejati adalah kebangkitan ruhani yang kuat dan menyeluruh, yaitu terwujudnya di masyarakat kita ini sebuah dominasi penitian “Shirothul Mustaqim”, penitian jejak-jejak Rosululloh  , dan para sahabatnya. Jalan utama untuk menciptakan kebangkitan sejati adalah pencerahan jiwa-jiwa dengan seruan dan usaha da’wah yang benar.”
Jiwa-jiwa yang tercerahkan dengan da’wah yang benar akan bangkit dan bergerak meninggalkan semua elemen-elemen keterpurukan tersebut ini tadi serta akan menggantikannya dengan penitian“Shirothul Mustaqim” secara kaffah di seluruh lapangan kehidupan.
Tujuan utama dari sebuah kebangkitan sejati adalah meraih kebahagiaan surga dan keselamatan dari neraka. Selain itu, terwujudnya kebangkitan ruhani pada umat ini pun pasti akan menghasilkan sebuah kecermelangan dunia sebagaimana yang kita harapkan bersama.
Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menjanjikan kecemerlangan dunia, ketika kebangkitan ruhani terwujudkan. Di antaranya adalah firman Alloh  :
“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka“. (  (QS. Al-A’raf [7] : 96)
Kita harus segera memulai suatu gerakan kebangkitan dengan mengikuti jejak para Rosul  , para pembangkit yang mulia. Gelombang pengutusan Rosul  , pada haqikatnya adalah gelombang gerakan-gerakan kebangkitan. Setiap terjadi keterpurukan pada ummat manusia, Alloh  pun kemudian mengirim para rosul-Nya. Mereka adalah hamba-hamba yang mulia yang berjuang demi kebangkitan ummat manusia agar selamat dan bahagian di dunia dan akhirat. Di dalam perjuangannya mayoritas para Rosul  itu hanya menggunakan jalan da’wah sebagai satu-satunya strategi utama dalam misi pergerakan mereka. Hal itu bisa kita lihat di kisah-kisah para Nabi dan Rosul di dalam Al-Qur’an. Hal ini tidak berarti mereka tidak berjihad fisik, yaitu berperang fiisabilillah seperti yang kita amati pada siroh Rosululloh  yang penuh dengan peperangan-peperangan fisabilillah demi menyelamatkan umat manusia dari keterpurukan.
Semua itu terjadi pada masa “pasca negara”, yaitu setelah negara Islam di Madinah berdiri kokoh. Adapun pada masa “pra negara” (yaitu masa harakah atau masa pergerakan ), jihad fisik tidak dilakukan. Pada masa harakah itu Rosululloh  melakukan da’wah yang terorganisir, sistematis dan berstrategi sampai berhasil menghimpun pengikut yang cukup untuk berdirinya negara Islam dan untuk mempertahankannya. Setelah masa itulah, ketika tak ada jalan lain untuk operasi penyelamatan manusia selain perang, peperangan pun dilakukan.
Berdasarkan itu semua, pada zaman ini dan pada kondisi Indonesia kini, jalan yang benar untuk mewujudkan kebangkitan total adalah “jalan da’wah”. Akan tetapi tidak semua jalan da’wah adalah jalan kebangkitan..!! Jalan da’wah kebangkitan adalah:
  • Da’wah yang berasaskan dan menyeru kepada manhaj yang murni, manhaj Rosululloh  dan para sahabatnya.
  • Da’wah yang terorganisir, menghimpun anggota sebanyak-banyaknya dan memberi peluang kepada semua anggota untuk berpartisipasi dalam usaha-usaha kebangkitan. Jadi, bukan da’wah sendiri-sendiri.
  • Da’wah yang berbentuk pergerakan yang terus meluas, mencakup seluruh sisi-sisi pemikiran kebangkitan dan bukan da’wah-da’wah yang hanya terbatas pada halaqoh-halaqoh ilmiah saja.
  • Da’wah yang berinteraksi dengan masyarakat bukan da’wah yang tertutup dan mengisolasi diri dari masyarakat.
  • Da’wah yang penuh dengan cinta dan mengasihi kaum muslimin bukan da’wah yang memusuhi mereka.
Adapun jalan kekerasan yang kacau dan hanya menebar kekacauan, kerusakan dan ketakutan, bukanlah jalan kebangkitan yang benar, walaupun diklaim sebagai suatu jihad. Seorang muslim harus beriman kepada syari’at jihad yang benar dan bukan untuk jihad yang salah.
Sedangkan jalan parlemen demokrasi, walaupun banyak manfaat darinya, akan tetapi diyakini tidak bisa diharapkan mewujudkan kebangkitan untuk ummat ini. Keyakinan ini didasarkan atas banyak hal, di antaranya :
  • Da’wah adalah syarat mutlak untuk pencerahan jiwa yang menjadi dasar utama dari kebangkitan. Ketika jalan demokrasi ditempuh, maka para da’i akan berubah profesi menjadi pemulung suara.
  • Kebangkitan memerlukan pengorbanan dan pengawalan terhadap kemurnian manhaj. Tanpa kemurnian tak mungkin terwujud kebangkitan. Demi untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya, maka para peniti jalur gelanggang parlementer harus pandai-pandai berbasa-basi sekalipun dengan para penoda kemurnian dan harus kuat-kuat menutup mulut terhadap pelanggaran-pelanggaranShirothul Mustaqimselama undang-undang tidak menganggap hal tersebut sebagai suatu pelanggaran. Dengan demikian pengawalan terhadap kemurnian tidak bisa dilakukan, bahkan mereka harus siap melanggar kemurnian itu sendiri bila diperlukan demi kemajuan partai di jalur kekuasaan.
  • Da’wah yang dilakukan oleh para peniti jalur parlementer pun harus “sebijak mungkin” jangan sampai ada perkataan atau perbuatan yang merugikan partai dalam merebut simpati masyarakat, apapun pengorbanannya, termasuk menyembunyikan atau bahkan membantah sebuah ajaran dari ajaran-ajaran Islam.
Tetapi jalur demokrasi memang diakui sangat menggiurkan dan menjanjikan seperti halnya fatamorgana pun cukup royal dalam memberi janji. Hanya saja perlu dicatat, sekalipun strategi da’wah lah satu-satunya strategi yang benar dan jitu untuk mewujudkan kebangkitan serta strategi yang benar dan jitu untuk mewujudkan kebangkitan serta strategi parlementer tidak bisa mewujudkan suatu kebangkitan, tapi kita tidak mendiskreditkan atau mengurangi nilai persaudaraan kita dengan para peyakin strategi parlementer. Mereka adalah saudara-saudara kita se-Islam yang sedang berjuang dengan strategi yang mereka yakini.
Saudara-saudara kaum muslimin yang kami cintai dimanapun anda berada…
Dengan risalah ini, kami saudara-saudara anda di Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (HASMI),mengajak anda semua untuk ikut bergabung dengan kami, sebagai bentuk partisipasi dan perjuangan kita bersama dalam mewujudkan kebangkitan ummat tercinta ini. Mewujudkan kebangkitan total.. Ya.. itulah tujuan kami. Kebangkitan yang bermahkotakan berdirinya“Masyarakat Islami”. Masyarakat yang dinaungi dan dituntun oleh norma-norma Islam, satu-satunya agama Allah_Subhanahu wa Ta’ala. Masyarakat yang secara kolektif dan orang perorangan, bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam meniti “Shirothul Mustaqim” . Masyarakat yang di dominasi oleh istiqomah, kejujuran, kebersihan ruhani dan saling mengasihi.
Mari bergabung bersama kami untuk mencapai tujuan ini dengan strategi para nabi dan rasul, yaitu strategi da’wah. Menda’wahi saudara-saudara kita untuk bersama-sama beristiqomah. Bekerja dengan tenang melalui usaha-usaha sederhana, tentram dan terorganisir. Jangan anda berkecil hati untuk ikut berpartisipasi di dalam menuju tujuan yang sangat besar dan agung ini. Kami tidak mensyaratkan apapun untuk anda menjadi anggota HASMI selain keislaman anda dan tekad anda untuk berpartisipasi sebatas kemampuan anda. Hanya sebatas tekad dan hanya itu. Mengapa ini sudah cukup? Karena strategi utama pencapaian tujuan HASMI adalah terbentuknya jaringan orang-orang yang bertekat untuk meniti Shirothulmustaqim..!!. Benar-benar hanya itu..! Karena jaringan seperti ini yang terus diperluas dan terpupuk secara Islami terus-menerus akan mampu mewarnai masyarakat dengan warna penitian Shirothulmustaqim, untuk kemudian mengkristalkan detil penitian itu secara bertahap dan selangkah demi selangkah, sampai terbentuk masyarakat yang Islami sebelum musuh-musuh Islam terbangun dari tidurnya.
Lalu apa yang diminta dari anda ketika anda menjadi anggota HASMI..? Kami tidak meminta apapun juga. Kami tidak akan meminta harta anda. Sekali lagi.. kami tidak akan meminta harta anda. Kalau sewaktu-waktu kami menawarkan kesempatan kepada para anggota HASMI agar menabung di akhirat melalui sebuah program infaq pun, kami tidak akan mengurangi rasa penghargaan terhadap anda ketika anda tidak mampu atau belum siap menginfaqkan harta anda. Hubungan kita sama sekali tidak didasarkan atas harta. Kami akan berusaha membantu anda sebatas kemampuan kami untuk lebih memperjelas rambu-rambu penitian Shirothulmustaqimdi dalam diri anda dan membantu anda dalam menitinya dengan cara kebersamaan kita. Anda akan mendapatkan informasi tentang kegiatan-kegiatan HASMI , tetapi apabila anda tidak memiliki waktu atau ada udzur untuk mengikutinya, anda pun bisa memilih tidak ikut tanpa harus mengajukan alasan ketidak-ikut sertaan anda di dalam kegiatan-kegiatan HASMI.
Kemudian.. apa yang anda dapatkan dengan keanggotaan anda?
Menurut hemat kami besar sekali:
  • Yang pertama dan yang terbesar adalah “semoga anda tercatat di sisi Alloh  sebagai pejuang Islam” walaupun hanya dengan partisipasi seadanya. Karena sisi terberat suatu amal di dalam Islam adalah sisi keikhlasan niat dan tekad.
  • Yang kedua.. semoga Alloh  mengkaruniakan anda kebangkitan jiwa yang besar dalam meniti Shirathul Mustaqim dan memudahkan penitian itu.
  • Yang ketiga.. manfaat perjuangan ini akan anda rasakan dalam bentuk penambahan keimanan anda dan juga akan dirasakan manfaatnya oleh anak keturunan anda.
Yang kami ajak untuk menjadi anggota adalah Semua anda..! Laki-laki dan wanita, berpendidikan dan tidak berpendidikan, berilmu agama atau tidak berilmu, siswa-siswi SLTA dan para akademisi, pedagang dan buruh, pekerja atau penganggur, tua dan muda, kaya dan miskin. Kebahagiaan untuk semua ummat kita..!!
“Dengan da’wah yang benar untuk meniti manhaj yang benar, kami yakin kita akan sanggup membentuk jaringan orang-orang yang bertekad untuk meniti jalan yang lurus terlepas dari tingkatan keislaman masing- masing. Jaringan yang terus menerus dibina secara Islami adalah embrio sebuah masyarakat Islami.”
Tak usah ragu untuk menjadi anggota, tidak ada syarat apapun juga! Anda tak akan terbebani oleh beban apapun juga. Kami tidak meminta harta anda. Hubungan kita tidak didasarkan atas harta. Kami akan memberi tahu tentang kegiatan-kegiatan kami dan anda bisa mengikuti jika anda menghendakinya dan tidak ada pertanyaan mengapa tidak mengikutinya. Semua tanpa beban.. semua hanya ketentraman..!!

Pidato Agama Islam Singkat Tentang Kemuliaan Wanita

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat ilahi Rabbi, atas karunia-Nya kita bisa sama-sama berkumpul dalam rangka thalabulilmi, mencari ilmu. Serta kita bisa bersilaturahim, bertatap muka di majlis yang mulia ini dalam kadaan aman fi amanillah, sehat wal afiat. Mudah-mudaham setiap derap langkah bisa membuahkan pahala bagi kita semua, bisa menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan Allah Swt.
Taklupa semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi’in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman yang menjadikannya sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik.
Bapak, Ibu yang dirahmati Allah, Sesungguhnya agama Islam sangat memuliakan dan mengagungkan kedudukan kaum perempuan, dengan menyamakan mereka dengan kaum laki-laki dalam mayoritas hukum-hukum syariat, dalam kewajiban bertauhid kepada Allah, menyempurnakan keimanan, dalam pahala dan siksaan, serta keumuman anjuran dan larangan dalam Islam.
Allah Ta’ala berfirman,
{وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا}
“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun” (QS an-Nisaa’:124).
Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,
{مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”(QS an-Nahl:97). [Lihat keterangan syaikh Bakr Abu Zaid dalam kitab “Hiraasatul fadhiilah” (hal. 17)].
Sebagaimana Islam juga sangat memperhatikan hak-hak kaum perempuan, dan mensyariatkan hukum-hukum yang agung untuk menjaga dan melindungi mereka.[Lihat kitab “al-Mar’ah, baina takriimil Islam wa da’aawat tahriir” (hal. 6)].
Syaikh Shaleh al-Fauzan berkata, “Wanita muslimah memiliki kedudukan (yang agung) dalam Islam, sehingga disandarkan kepadanya banyak tugas (yang mulia dalam Islam). Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  selalu menyampaikan nasehat-nasehat yang khusus bagi kaum wanita, bahkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan wasiat khusus tentang wanita dalam kutbah beliau di Arafah (ketika haji wada’).[Dalam HR. Muslim (no. 1218)]. Ini semua menunjukkan wajibnya memberikan perhatian kepada kaum wanita di setiap waktu…[ Kitab “at-Tanbiihaat ‘ala ahkaamin takhtashshu bil mu’minaat” (hal. 5)].
.:: Tugas dan peran penting wanita.
Agungnya tugas dan peran wanita ini terlihat jelas pada kedudukannya sebagai pendidik pertama dan utama generasi muda Islam, yang dengan memberikan bimbingan yang baik bagi mereka, berarti telah mengusahakan perbaikan besar bagi masyarakat dan umat Islam.
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin berkata, “Sesungguhnya kaum wanita memiliki peran yang agung dan penting dalam upaya memperbaiki (kondisi) masyarakat, hal ini dikarenakan (upaya) memperbaiki (kondisi) masyarakat itu ditempuh dari dua sisi:
– Yang pertama: perbaikan (kondisi) di luar (rumah), yang dilakukan di pasar, mesjid dan tempat-tempat lainnya di luar (rumah). Yang perbaikan ini didominasi oleh kaum laki-laki, karena merekalah orang-orang yang beraktifitas di luar (rumah).
– Yang kedua: perbaikan di balik dinding (di dalam rumah), yang ini dilakukan di dalam rumah. Tugas (mulia) ini umumnya disandarkan kepada kaum wanita, karena merekalah pemimpin/pendidik di dalam rumah, sebagaimana firman Allah Ta’ala kepada istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
{وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى، وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآَتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا}
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (QS al-Ahzaab:33).
Oleh karena itu, tidak salah jika sekiranya kita mengatakan: bahwa sesungguhnya kebaikan separuh atau bahkan lebih dari (jumlah) masyarakat disandarkan kepada kaum wanita.
Demikianlah pidato agama islam yang singkat ini. Semoga ceramah agama Islam tentang kemuliaan wanita ini bermanfaat, dan jika ada kesalahan, maka hal itu karena khilaf dan kebodohan ilmu saya. Mohon maaf atas segala kekurangannya.
Bilahit taufiq wal hidayah. wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuhu.

Khutbah Jumat singkat dengan tema Buah Kesabaran

Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalahu

Asyhadu Allah ilaaha illallah, Wa asyhaduanna muhammadur rasulullah

Allahumma shalli alaa muhammad wa alihi wa ashabihi waman tabi ‘ahum bi ihsanin ilaa yaumiddin
Yaa ayyuhalladzii na ‘amanuttaqullah haqqo tuqootihi walaa tamu tunna ilaa wa antum muslimun

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Ta’ala atas segala karunia, hidayah dan berjuta kenikmatan tak terhingga yang telah Dia anugerahkan kepada kita semua.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan ke haribaan baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta para keluarga, sahabat, dan semua orang yang mengikutnya hingga hari kemudian.

Selanjutnya marilah kita meningkatkan takwa kita kepada Allah subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Hadirin Rahimakumullah!

Jika keimanan itu laksana burung, maka jiwa kita akan terbang menuju ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan dua sayap yang kokoh, yaitu sayap syukur dan sayap sabar.
Hakikat sabar adalah teguh dan kokoh mempertahankan jiwa untuk selalu berada pada ketentuan syariat Allah, dengan tetap menjalankan ketaatan dan menahan diri dari larangan serta berlapang dada pada setiap ketentuan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka orang yang bersabar akan senantiasa teguh dan selalu menambah kekuatan tenaga jasmani dan rohaninya untuk meningkatkan amal ketaatan, terus mengokohkan dan menambah tekun amal ibadah dan amal shalih mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Doa 1
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 200).

Hadirin Rahimakumullah wa A’azzakumullah!

Itulah hakikat kesabaran yang intinya adalah teguh bertahan sekokoh-kokohnya dalam memperkuat jiwa, kemudian memperjuangkan segenap kemampuan jiwanya itu dalam menempuh keridhaan Allah, dengan melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya dalam kondisi apa pun.

Maka marilah kita memohon tambahan kokohnya kesabaran itu dengan menambah ilmu tentang keutamaan kesabaran dan menambah kokohnya iman kita tentang sifat, anugerah dan janji-janji Allah serta kehidupan dan balasan di akhirat kelak.

Doa 2